Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jakarta

Jakarta: Kota Impian yang Rumahnya Makin Nggak Terjangkau

Gambar
Jakarta sering disebut kota peluang. Tempat orang datang untuk cari kerja, naik kelas sosial, dan “mengadu nasib”. Tapi di balik semua itu, ada satu fakta yang bikin geleng-geleng kepala: Jakarta justru jadi provinsi dengan housing gap tertinggi di Indonesia. Hampir setengah rumah tangga di ibu kota belum punya rumah atau tinggal di hunian yang kondisinya belum layak. Ironis? Jelas. Kota dengan gedung tertinggi, mal terbanyak, dan proyek infrastruktur jumbo justru kesulitan menyediakan rumah yang pantas bagi warganya sendiri. Biar nggak rancu, housing gap ini bukan cuma soal “belum punya rumah”. Konsepnya juga mencakup mereka yang tinggal di rumah dengan kualitas buruk—padat, sanitasi jelek, bangunan rapuh, atau akses air bersih yang terbatas. Jadi meskipun seseorang punya tempat tinggal, belum tentu rumah itu layak huni. Inilah yang membuat persoalan perumahan Jakarta jauh lebih kompleks dari sekadar membangun unit baru. Masalah pertama yang paling kelihatan adalah urbanisasi. Jakar...

Tiang Kecil Trotoar (Bollards) di Tebet, berfungsi kah?

Gambar
Pagi ini ada pemandangan yang berbeda dengan trotoar antara stasiun Tebet sampai dengan ujung pertigaan SMP N 115 Jakarta Selatan. Ada tiang-tiang kecil yang tertancap di trotar atau bahasa kerennya Bollards. Fungsi tiang trotoar ini menurut saya untuk menjaga trotar tidak dilewati kendaraan baik roda 2 sampai dengan roda 4, termasuk gerobak-gerobak yang mau jualan di atas trotoar.  Masyarakat kita kan masih rendah kesadaran untuk menjaga fasilitas umum, khususnya trotoar ini. Tapi kalau lihat foto dibawah ini, miris juga melihat kondisi di trotar Tebet ini. Masih ada Motor yang naik ke trotoar dan pedagang masih berdagang di atasnya. Kemungkinan ada turunan trotoar di setiap jalan masuk ruko/resto makan yang dipakai untuk memudahkan naik ke trotoar. Perlu diketahui, kalau pihak Satpol PP dan Dishub tiap pagi menyisir kawasan ini untuk meminta pedagang tidak jualan di trotor. Pedagang juga pinter, mereka akan merapat ke ruko ruko yang masih ada halaman kosong sekedar untuk...

Jajanan Pasar Tidak Lekang Dimakan Jaman

Gambar
Apakah Anda seumuran saya 40an? pernahkah waktu kecil kita jajan makanan tradisonal? pastilah ya. Saya yakin sebagian besar kita pernah merasakan makanan tradisional di masing masing daerah. Dulu di Jawa, saya sangat kenal sekali makanan tradisional yang saya dapatkan dari orang jualan atau saya dapatkan di acara-acara upacara di kampung. Masih ingat dong Tiwul yang kecoklatan dan biasanya ditemani parutan kelapa muda. Ada juga jadah dari ketan putih, yang disini sering disebut uli. Ada juga Wajik, dari ketan dan dikasih gula merah jadinya mirip jadah tapi manis. Masih inget juga dong Getuk, yang cara jualnya getuk dibuat seperti bukit, dan kemudian di lubangi dan di lubang itu diisi dengan gula jawa cair. Sehingga sewaktu diambil dengan cara iris-iris tipis (mirip daging kebab sekarnag ini), akan meleh gula merahnya. Hemm memang kuliner jaman dulu memang sangat menarik dan sekarang kita jarang menemukan. Tetapi pagi ini saya coba jalan ke pasar tradisional di deerah Koja Jakarta ...

Pelarangan GoJek cs itu Pemikiran Orang Tua

Dua hari ini banyak di sosmed membicarakan pelarangan Gojek dan sejenisnya oleh Menteri Perhubungan. Saya termasuk yang pernah memanfaatkan layanannya walaupun tidak sering karena saya biker juga. Tetapi saya sangat apresiasi dengan layanan Gojek (yang lain belum mencoba). Dari sisi kecepatan bisa dibilang jempol (untuk pesanan derah Tanjung Priok). Gojek lahir dari ide-ide anak muda, sedangkan peraturan pemerintah lahir dari pemikiran orang-orang ahli yang tentunya sudah berumur. Publik sudah mengakui, Gojek bisa membantu aktivitas mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan lebih cepat. Apakah ada layanan dari Pemerintah yang bisa seperti ini? Anda tahu jawabannya. Seharunya bagi Pemerintah, kehadiran Gojek merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk memberikan layanan yang tebaik bagi warganya. Pemerintah yang awalnya melihat sebelah mata ojek, sekarang harus mengakui kepopulerannya. Jika ternyata Pemerintah tidak bisa duplikat sistemnya, sebaikny...

Siluman di DKI Jakarta, Mulai Menampakan Diri

Gambar
Dari judul ini sepertinya cerita ini akan mengarah ke horror. Walaupun sedikit meleset, tetapi tidak apa-apa kalau Anda masih berpikiran ini cerita Horror. Alkisah di Jakarta itu tempatnya uang beredar, baik yang uang bersih maupun uang kotor. Kita bahas dulu uang bersih yah. Uang bersih itu uang yang beredar secara legal bukan dari hal-hal yang haram. Ceritanya uang-uang pajak yang dibayar penduduk Jakarta ini tentunya juga uang bersih bagi Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta, yang nantinya akan digunakan kembali untuk kemakmuran penduduk Jakarta. Siapa sih yang tidak tergiur dengan uang yang jumlahnya tidak sedikit ini? Tidak hanya manusia biasa, SILUMAN pun juga tertarik dengan uang bersih ini. Nah disinilah cerita SILUMAN-SILUMAN ini bermunculan. Bukan hanya 1, mungkin berpuluh-puluh jumlahnya. SILUMAN ini tentunya niatnya jelas, sama halnya TUYUL yang ingin mengambil uang secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik uang. Praktek SILUMAN ini sudah berlangsung lama sekali samp...

Biker Dilarang Berteduh di bawah Jalan Layang

Gambar
Kebijakan Pemda DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan akhirnya berdampak kepada Biker atau pengendara Motor. Entah kenapa, kebijakan yang kurang populer ini dilontarkan oleh Gubernur Fauzi Bowo, sedangkan PR besar untuk mengurangi kemacetan di Jakarta belum sepenuhnya terselesaikan. Gubernur meminta Kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI untuk mengatur lalu lintas di bawah jalan layang yang biasanya digunakan biker untuk berteduh atau sekedar berhenti menggunakan jas hujan sewaktu hujan terjadi. Jika perlu Polisi dapat menilang biker jika tidak mau pergi dari lokasi tersebut. Memang, umumnya Biker selalu mencari jalan termudah dalam berkendara baik sewaktu jalan maupun sewaktu berhenti atau parkir. Ini memang sudah budaya umumnya Biker, dan mereka juga memilih transportasi motor juga karena awalnya pingin cepat dan tidak berlama-lama di jalan. Kendala biker di Jakarta memang salah satunya jika hujan tiba. Mungkin ada yang mampu memodifikasi motor tetapi tidak mampu beli jas hujan, s...