Postingan

Menampilkan postingan dengan label Inspirasi

Cerita Inspiratif: Jual Sisir di Biara Saolin

Sebuah perusahaan membuat tes terhadap tiga calon staf penjual barunya.  Tesnya unik, yaitu: Menjual sisir di komplek Biara Shaolin! Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tidak butuh sisir. Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual satu sisir. Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya. Tapi, tidak dengαn calon kedua. Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan. Lalu bagaimana dengan calon ketiga? Ia berhasil menjual 500 sisir !!! Caranya? Ia menemui kepala biara. Ia lalu meyakinkan jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara tersebut. Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir para turis. Sang kepala biara pun setuju. Apa yang sering orang anggap sebagai pengh...

Jilbab pun Sekarang Bertelinga

Gambar
Sudah lama sekali tidak berbelanja di ITC Cempaka Mas, yang dulu pernah disebut Mal terbesar se asia tenggara, entah sekarang ini statusnya apa. Tetapi ITC Cempaka Mas merupakan salah satu ITC yang teramai di Jakarta, disini semua serba ada mulai dari fashion, kuliner sampai elektronik. Malahan di sini merupakan pusat handphone di Jakarta selain ITC Roxi. Tetapi ada yang menarik perhatian saya sewaktu belanja jilbab buat anak-anak. Ternyata jilbab anak-anak sekarang sudah mengikuti selera dan jiwa anak-anak. Buktinya sekarang tidak hanya jilbab dengan bordiran kartun, bunga atau buah-buahan, tetapi sekarang jilbab anakpun sudah bertelinga. Dari telinga kelinci, sapi, tanduk rusa dan masih banyak lagi. Dengan warna-warna yang mencolok memang cocok buat anak-anak. Harga jilbab ini rata-rata Rp 25.000,- belum ditawar lho! Tetapi terus terang saya belum banyak menemukan anak berjilbab telinga seperti gambar. Entah saya sendiri kebetulan tidak melihat, atau memang jilbab seperti ini mem...

Mengeringkan Kacang Goreng dengan Mesin Cuci

Gambar
Pak Eko Susilo adalah salah satu pengusaha kecil dengan produk umumnya dari kacang. Bapak ini mungkin salah satu pengusaha yang tekun dan tidak pernah berhenti berpikir supaya produknya bermutu, disukai konsumen dan tentunya kerjanya efektif. Mungkin kita tahu bahwa kacang goreng jika diangkat dari wajan, umumnya masih berminyak. Kadang kita tiriskan dengan cara sederhana, diangin-anginkan supaya minyaknya hilang sendirinya, tetapi cara ini sangat tidak efektif. Sedangkan minyak yang masih menempel di kacang goreng umumnya membuat kacang mudah apek atau tidak tahan lama. Kalau buat rumahan, mungkin tidak bermasalah; tetapi untuk skala usaha hal ini sangat tidak baik bagi pemasaran produk kacang tersebut. Tetapi Pak Eko tidak hilang akal, sampai dia mencoba cara yang nekat dan nyleneh. Mesin cuci istrinya dia pakai untuk percobaan. Dia manfaatkan dryer/mesin pengering untuk dicobakan untuk mengeringkan kacang. Benar saja, minyak dalam kacang langsung terpisah dalam waktu cuma 1 menit ...

Petani Menemukan Cara Budidaya Singkong Raksasa

Gambar
Harian Kompas (23/5/2010) mengabarkan seorang petani di Bayumas, Bpk Tumarjo berhasil membudidayakan singkong raksasa. Dimana setiap pohon bisa menghasilkan 1.5 kuintal singkong, pastilah untuk panennya tidak bisa dicabut seperti singkong umumnya, mungkin harus digali. Menariknya, temuan budidaya singkong ini diperoleh oleh seorang petani saja bukan seorang peneliti pertanian. Padahal cara yang dilakukan sangat sederhana, yaitu dengan teknik penyambungan (grafting). Batang bawah (yang akan menghasilkan singkong) menggunakan singkong jenis gatot kaca yang ubinya bulat-bulat, sedangkan batang atas menggunakan singkong karet. Teknik yang sederhana ini wajar ditemukan oleh seorang petani, terus bagaimana dengan penelitian para peneliti pertanian dengan biaya yang besar? apakah karena singkong bukan tanaman yang menjanjikan? entahlah...yang jelas Kepala Dinas Pertanian tertarik untuk mengembangkan budidaya singkong ini, karena singkong ini potensial sebagai bahan baku bioetanol. Kita ...

Tonjolkan Sisi Positif sebagai Branding Diri

Gambar
Image by The Library of Congress via Flickr Seringkah Anda mendapat pujian karena prestasi Anda? Dan seringkah Anda jika dipuji, Anda merendahkan diri? Banyak orang Indonesia yang jika dipuji selalu bilang "Ah biasa aja" atau "ah kebetulan saja nasib saya lagi baik" yang semuanya sebenarnya bertujuan untuk tidak menyombongkan diri. Tetapi di dunia kerja, hal ini dianggap sebuah hal negatif. Kita dianggap tidak bisa menjual diri sendiri. Kita tidak menyakinkan orang akan kemampuan kita, sehingga orang lain akan menganggap Anda orang biasa saja. Manusia memang ada sisi positif dan negatif. Sebagai manusia yang profesional, kita harus mampu mengungkapkan sisi positif kita untuk memberikan kesan ke publik bahwa kita memang mampu melakukan sesuai sisi positif kita.

Gedobok Pisang Bawa Rejeki

Gambar
Kedebok pisang adalah batang pisang yang bisa di lepas dalam bentuk lapis-lapisan. Di desa Tanjungharjo, Kulon Progo DIY ada seorang pengrajin yang sukses dengan kerajinan dari kedebok pisang. Produknya ternyata sangat digemari di Jepang, Hongkong, dan Spayol. Kedobok pisang hanya perlu di keringkan selama 10 hari tanpa di oven (supaya seratnya bagus) kemudian serat yang kering di rajut atau dianyam sehingga bisa dibentuk menjadi tas, keranjang dan furniture rumahtangga. Saat ini pengrajin tersebut bisa memasok sebanyak 100.000 produk kerajinan dan diekspor ke 3 negara tersebut. Sepertinya kita harus mulai menggiatkan menggali potensi daerah dan dengan kreativitas maka akan dihasilkan suatu produk unggulan walaupun dari bahan-bahan yang mudah diperoleh disekitar kita.

Belajar dari Nelayan Jepang - Jangan Menghindari Tantangan

Gambar
Image via Wikipedia Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ik...