Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hukum

Penipuan Modus Pembeli Rumah

Gambar
Saya punya pengalaman yang cukup menarik untuk di sharing ke pembaca tentang kejahatan penipuan, yang sebenarnya model lama. Model lama karena si penipu ingin kita transfer sejumlah uang ke rekening orang lain/penipu sendiri. Biasannya modus kejahatan ini didahului dengan SMS/Telepon bahwa kita mendapatkan hadiah, tetapi pengalaman saya ini adalah lewat pembeli rumah. Awalnya saya berkeinginan untuk menjual rumah yang tidak saya diami sendiri. Saya minta bantuan satpam cluster perumahan (perumahan system cluster) untuk ikut membantu memasarkan karena sudah banyak rumah terjual dengan bantuan satpam ini. Tidak lupa saya buat papan dijual di pagar rumah lengkap dengan telpon saya dan istri. Saya sendiri juga banyak pasang iklan di internet dengan kontak nomor HP saya dan Istri. Satu hari ada SMS ke HP Istri dari seorang mengaku Liana, dia sudah lihat rumah dan tertarik, dan minta menelpon Bapaknya di nomor 081393995477 atas nama Suryadarma (saat ini nomor ini tidak aktif). Saat itu s...

Sayembara Mirip Gayus

Gambar
Siapa sich yang tidak kenal dengan 'selebriti' paling terkenal di Indonesia? Perannya sangat kritis alias penting, berbagai peran pentingnya membuat seluruh mata memandangnya, ada yang memandang benci, marah tetapi kadang membuat kita senyum. Tidak ada 'aktor' yang serumit ini selain Gayus Tambunan. Saat ini beredar sebuah foto yang mirip dengan aktor ini, mirip dengan kasus Mirip Ariel Peterpan, walaupun untuk Gayus ini yang membedakan sedikit dari wajah aslinya yaitu rambut lucunya. Jangan-jangan model rambut Mirip Gayus ini akan jadi tren rambut terpopuler 2010 ini. Gayus yang merupakan tahanan kelas-1, tergolong sangat berbahaya, diberitakan mampu keluar dari tahanan super ketat di markas besar Polisi di Kelapa Dua, yang merupakan kompleknya polisi-polisi kelas kakap. Tetapi dengan terendusnya ketiadaan Gayus di kamar tahanan, maka keangkeran markas polisi ini sepertinya surut, sudah mirip hotel saja, terutama tahanan kelas kakap yang duitnya banyak (kalau kelas...

Beradu Mulut Pun Bisa Lewat Koran

Gambar
Koran Kompas hari ini terdapat iklan "Pengumuman MNCTV" yang intinya ingin membatah iklan dari PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) yang dimuat di Kompas (4/11/2010). Sepertinya MNCTV tidak menerima apa yang diumumkan di harian terbesar itu. Dengan dukungan pengacara kelas kakap Hotma Paris, MNCTV memberikan informasi kepada publik dengan rinci dan sedikit meledek pengacara CTPI dengan perkataan "lucu", "titah baginda raja atay titah ratu" Bagi saya tidak penting mana yang benar, tetapi iklan yang 'unik' ini walaupun tanpa grafis yang menarik tetapi memberikan informasi yang detail dan kronologis, seperti halnya berita saja. Malahan lebih lengkap dari berita versi wartawan. Ada sisi positif dari iklan ini, karena dengan membaca saja kita bisa tau (minimal tau) tentang dunia hukum perdata terutama yang berhubungan dengan siaran TV maupun jaul-beli saham. Sayang untuk dilewatkan untuk dibaca, apa lagi untuk beradu mulut seperti ini harus r...

Orang Pintar Tidak Bayar Pajak, Apa Kata Dunia

Gambar
Hari ini baca koran cetak Kompas (3/4/2010) jadi senyam senyum sendiri setelah lihat kartun Oom Pasikom di halaman 6. Seperti biasa kartun ini punya tema sindiran dari masalah nasional yang sedang Hot. Kali ini jelas tentang penggelapan Pajak oleh "abdi-abdi" negara yang hidup dari uang rakyat. Sebagai warga negara yang baik, sindiran ini musti patut diperhatikan....jangan lagi berbuat korupsi, biarkan masalalu berlalu, sekarang kita musti BERUBAH demi anak-cucu kita juga. Sumber: Kompas (3/4/2010) epaper

Rekaman KPK mirip "Ludruk"

Gambar
Wah sehari ini Aku nggak bisa kerjo karena flu nggak bisa mikir. Untung ada siaran langsung radio Elsinta tentang rekaman KPK yang didengerin di Mahkamah Konstitusi yang bisa didengerin di HP-ku...punya Nokia EkspressMusic mosok nggak bisa dengerin radio...ndeso tenan. Lho...terkaget-kaget...suaranya kok pakai bahasa Jawa...lha salah chanel radio PTPN Solo kali yach....ngawur tenan aku....masak radio Solo masuk HP-ku. Eh ternyata aku nggak salah, ternyata memang Anggodo dan bu Yuliana itu sepertinya orang cina jawa surabaya jadinya ngomongnya bener-bener jawa kasar...jawa halus itu kayak Solo, Jogja atau Papa kalau lagi ngomong jawa. Bener...kalau didengerin bener-bener itu seperti suara logatnya Kirun...pemain Ludruk asal jawa timur yang sering nonggol di TV jaman dulu. Bener-bener rekaman Ludruk nih....!