Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kuliner

Ngemper Pecel Pincuk Enak di Kelapa Gading

Gambar
Buat orang Jakarta, nama daerah Kelapa Gading sudah biasa didengar. Yup Kelapa Gading itu kalau yang percaya Feng Sui, itu adalah kepala naga. Ya pantes saja penghuni daerah Kelapa Gading adalah kebanyakan keturunan Tiongkok. Ya tentunya daerah Kelapa Gading itu kalau dari sisi kuliner, dijamin dech nggak akan kelaparan di daerah ini. Semua makanan baik rasa nusantara, tiongkok, barat, korea, jepang semua ada. Sebut saja  Sop Konro Karebosi, Sari Sanjaya, dan lain-lain dech. Itu bisa ditemukan di pinggir jalan atau di 3 mall terbesarnya yaitu Mall Kelapa Gading (MKG), Mall Artha Gading (MAG)  dan Mall Of Indonesia (MOI). Tetapi di balik kemegahan ini, banyak loh makanan jalananan atau Street Food atau istilah saya “ngemper” yang nggak kalah enaknya. Saya akan share 1 tempat ngemper kalau lagi laper siang hari, yaitu Pecel Pincuk Mbok Suti.  Ini pecel ini asli pecel Surabaya ya. Harganya 1 pincuk (1 porsi) isi Nasi campur pecel dan dapat peyek kacang Rp 10,000,-, sayuranny...

Jajanan Pasar Tidak Lekang Dimakan Jaman

Gambar
Apakah Anda seumuran saya 40an? pernahkah waktu kecil kita jajan makanan tradisonal? pastilah ya. Saya yakin sebagian besar kita pernah merasakan makanan tradisional di masing masing daerah. Dulu di Jawa, saya sangat kenal sekali makanan tradisional yang saya dapatkan dari orang jualan atau saya dapatkan di acara-acara upacara di kampung. Masih ingat dong Tiwul yang kecoklatan dan biasanya ditemani parutan kelapa muda. Ada juga jadah dari ketan putih, yang disini sering disebut uli. Ada juga Wajik, dari ketan dan dikasih gula merah jadinya mirip jadah tapi manis. Masih inget juga dong Getuk, yang cara jualnya getuk dibuat seperti bukit, dan kemudian di lubangi dan di lubang itu diisi dengan gula jawa cair. Sehingga sewaktu diambil dengan cara iris-iris tipis (mirip daging kebab sekarnag ini), akan meleh gula merahnya. Hemm memang kuliner jaman dulu memang sangat menarik dan sekarang kita jarang menemukan. Tetapi pagi ini saya coba jalan ke pasar tradisional di deerah Koja Jakarta ...

Gandjelrel, Kue Enak dari Dyriana

Gambar
Siapa yang tidak kenal produk Dyriana? Produk Wingko Babat yang sering ditemui di Semarang dan sekitarnya. Saya baru mendapat oleh-oleh dari saudara, yaitu kue Gandjelrel. Buat saya (orang jawa) pasti tersenyum melihat nama kue ini. Gandjelrel artinya ganjalan rel kereta, yang sekarang berbentuk beton, tetapi jaman dulu terbuat dari kayu besi yang warnanya gelap. Nah kue ini penampilannya mirip ganjalan rel dari kayu itu, warna coklat tua, dengan wijen ditabur diatasnya, agak lengket. Untuk rasanya, ternyata enak dan berasa kayu manis seperti kue-kue kas Belanda. Kemasannya cukup mantap dan menggoda untuk membeli dan merasakan ganjalan rel satu ini. Dari sisi harga, seperti di label, tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp 20.000. Jadi silahkan kalau penasaran dengan kue ini, coba dan cocok buat teman kopi bersama teman dan keluarga.

Apem Laweyan, Mak Yus Mas!

Laweyan adalah nama kampung di kota Solo yang lebih dikenal sebagai Kampung Laweyan. Kampung Laweyan terkenal sebagai tempat wisata belanja batik. Tetapi ternyata Kampung Laweyan tidak hanya surganya batik tetapi disini ada kuliner yang menarik yaitu makanan tradisional jawa, Apem. Apem adalah makanan tradisional yang sering digunakan dalam acara adat. Dulu saya ingat waktu kecil, jika ada hajatan pastilah kue yang disajikan Apem. Termasuk upacara adat di jawa khususnya di Solo, Jogja dan sekitarnya, pastilah apem sebagai symbol makanan untuk dibagikan kepada rakyatnya. Apem termasuk sebagai kue basah terbuat dari tepung beras dengan rasa manis gurih, karena ada bahan gula pasir dan santan.  Bahan dasar Apem adalah tepung terigu, gula pasir, garam, sedikit tape singkong, dan ragi pengembang. Adonan dicampur dan dikocok dengan mixer kemudian didiamkan semalam. Setelah itu digoreng dengan wajan berbentuk cetakan bulat-bulat, dengan nyala api yang diatur tidak terlalu besar supa...

Nasi Bakar Hitam Bu Broto

Gambar
Kuliner kali ini saya mencoba nasi bakar hitam Bu Broto. Nasi ini berupa nasi merah dibungkus daun pisang dan isinya ikan cakalang. Bumbu nasinya agak pedas, sehingga rasa ikan cakalangnya enak. Saya coba nasi bakar ini di Mall Kelapa Gading 1 di The Food Sensation, di depan Farmer Market lantai dasar. Harga sekitar 32 ribu, selain nasinya, juga dapat bakwan dan krupuk gratis. Minum beli sendiri ya. Selain nasi bakar hitam, bu Broto juga menyediakan nasi bakar ayam, nasi bakar ikan asin dan masih banyak lagi. Jadi silahkan dicoba dan bisa dishare juga. Selamat mamam!

Kapal Api Grande, produk kopi 3 in 1 baru

Gambar
Bagi penggemar kopi sepertinya nama Kapal Api bukan asing lagi. "Jelas Lebih Enak" merupakan jargon dari Kopi yang sudah berdiri sejak 1927 ini. Saya pun juga sangat suka dengan kopi satu ini terutama untuk kopi bubuknya, walaupun kalau boleh jujur sekarang ini lebih banyak minum kopi ringan artinya kopi campur cremer. Nah hari ini tidak sengaja, saya menemukan produk baru yang belum pernah saya lihat di toko manapun. Kebetulan saya menemukan di Carrefour dan dari letaknya, sepetinya memang lagi di lauch karena penataannya khusus di sudut tersendiri (bukan canpur dengan produk lain). Namanya Kapak Api Grande, kopi 3 in 1 Kopi-Gula-Creamer. Saya coba seduh dengan air panas dispanser, dan kesan pertama adalah kopi ini tidak beda jauh dengan produk kopi 3 in 1 lainnya seperti Nescafe Coffemix Pas atau Indocafe Coffemix. Aroma yang keluar tidak setajam kedua produk di atas. Setelah saya lihat bahannya ternyata ada campuran bubuk coklat, makanya harumnya tidak kopi banget! D...

Manfaat dan Bahaya dari Teh

Gambar
Image by MUNEDA via Flickr Blog ini memang ngajak kita ngopi, tapi kali ini saya mau ajak minum teh dulu karena masih pag-pagi buat saya teh lebih makyus dibandingkan kopi. Teh adalah minuman murah, dengan uang Rp 3000-an saja sudah dapat 25 teh celup, lebih murah lagi jika kita beli yang teh seduhan. Kata orang-orang, teh sudah dikenal di Cina dan Himalaya sejak 2737 SM.Tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh dari jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tan aman hias di Jakarta. Waktu saya di Solo Jawa Tengah, kita biasanya malam-malam nongkrong di hik (jogja=angkringan), kita biasa pesan TEH GINASTEL atau teh legi (manis), panas, kentel (pekat). Sehingga rasa tehnyapun terasa di lidah kita. Di rumahan, dulu sering lihat Ibu membuat teh seduh yang dibungkus dengan kertas dengan merek Teh Nyapu (kalau tidak salah produksi Pekalongan) dengan gambar perempuan jawa (kebaya) yang sedang memegang sapu. Didalamny...

Mutilasi Kepiting Demi Nafsu Manusia

Gambar
Sore ini (9/4/2010) di stasiun Trans-7 menanyakan siaran yang menambah pengetauan saya tentang binatang dan kuliner. Di acara itu ditunjukan bagaimana cara membuat kepiting cangkang lunak. Sudah kebayang dong kalau mendengar masakan yang mengandung kata lunak, pasti kebayangnya adalah ayam tulang lunak atau bandeng duri lunak. Orang juga pasti tahu, untuk melunakan tulang atau duri biasanya digunakan panci oven bertekanan tinggi (kebetulan di rumah ada, jadi tau dech). Kalau Anda beranggapan kepiting juga sama perlakuannya...Anda salah besar! Ternyata untuk melunakan cangkang kepiting dilakukan saat memeliharanya. Dan yang mengagetkan adalah caranya sangat tidak manusiawi...tidak hewani tepatnya. Bayangin saja, kepiting yang siap dikonsumsi, sebelumnya di-"Mutulasi" kaki capit dan kaki kecilnya baik kanan dan kiri! (Kasihan bukan?). Setelah di dipelihara selama 25 hari, selama 25 hari itulah si Kepiting buntung ini mengalami stress hebat, sampai-sampai harus ganti kulit dan ...