Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lebanon

Pasukan Perdamaian Tidak Seharusnya Menjadi Korban yang “Dimaklumi”

Gambar
Kematian pasukan perdamaian PBB di Lebanon selatan seharusnya mengguncang nurani dunia internasional. Namun yang terlihat justru sebaliknya: kejadian ini cepat diperlakukan sebagai risiko tugas , seolah gugurnya penjaga perdamaian adalah konsekuensi wajar dari konflik yang tak pernah benar‑benar ingin dihentikan. Menurut saya, ini bukan sekadar tragedi kemanusiaan. Ini adalah kegagalan kolektif . Pasukan perdamaian PBB dikirim ke wilayah konflik dengan mandat netral, aturan keterlibatan yang ketat, dan keterbatasan penggunaan kekuatan. Mereka tidak datang untuk bertempur, tetapi untuk mencegah pertempuran. Masalahnya, mandat ini menjadi hampir tidak relevan ketika konflik berubah menjadi perang terbuka dengan intensitas tinggi. Dalam kondisi seperti itu, simbol PBB tidak lagi menjadi pelindung, melainkan sekadar penanda bahwa seseorang berada di tempat yang salah, pada waktu yang salah. Dalam konflik Lebanon–Israel, dunia sudah lama mengetahui bahwa wilayah selatan Lebanon adalah arena...