Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kejahatan

Ketika Pembunuhan Dibelokkan Menjadi Isu SARA

Gambar
Ada pola lama yang selalu berulang setiap kali darah tumpah di Maluku: sebelum fakta terkumpul, sebelum pelaku diketahui, sebelum hukum bekerja, agama dijadikan tersangka utama . Begitu pula dalam kasus Halmahera Tengah. Seorang warga yang dikenal sebagai ustaz dibunuh, lalu dalam sekejap narasi publik bergeser—bukan lagi “siapa membunuh” melainkan “agama siapa melawan siapa”. Ini bukan sekadar salah kaprah. Ini berbahaya. Kita terlalu cepat melompat dari tragedi ke tuduhan kolektif. Dari satu jenazah ke satu kelompok. Dari kejahatan pidana ke narasi suci. Padahal negara melalui aparat kepolisian sudah menegaskan berulang kali: ini bukan konflik SARA . Namun pernyataan resmi kalah viral dibanding potongan video, pesan berantai, dan provokasi yang dibungkus kalimat emosional. Pertanyaannya: siapa yang sebenarnya diuntungkan ketika kriminalitas dipoles menjadi perang agama? Jawabannya hampir selalu sama: bukan korban, bukan keluarga, dan jelas bukan masyarakat. Yang diuntungkan hanyalah ...

Siluman di DKI Jakarta, Mulai Menampakan Diri

Gambar
Dari judul ini sepertinya cerita ini akan mengarah ke horror. Walaupun sedikit meleset, tetapi tidak apa-apa kalau Anda masih berpikiran ini cerita Horror. Alkisah di Jakarta itu tempatnya uang beredar, baik yang uang bersih maupun uang kotor. Kita bahas dulu uang bersih yah. Uang bersih itu uang yang beredar secara legal bukan dari hal-hal yang haram. Ceritanya uang-uang pajak yang dibayar penduduk Jakarta ini tentunya juga uang bersih bagi Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta, yang nantinya akan digunakan kembali untuk kemakmuran penduduk Jakarta. Siapa sih yang tidak tergiur dengan uang yang jumlahnya tidak sedikit ini? Tidak hanya manusia biasa, SILUMAN pun juga tertarik dengan uang bersih ini. Nah disinilah cerita SILUMAN-SILUMAN ini bermunculan. Bukan hanya 1, mungkin berpuluh-puluh jumlahnya. SILUMAN ini tentunya niatnya jelas, sama halnya TUYUL yang ingin mengambil uang secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik uang. Praktek SILUMAN ini sudah berlangsung lama sekali samp...

Awas Usus Mengandung Formalin

Gambar
Kasus makanan berformalin sering kita dengar. Berita makanan mengandung formalin ini timbul tenggelam di media cetak maupun elektronik. Dulu kita pernah dengan ikan laut yang mengandung formalin, bakso, otak-otak, daging, semua mengandung formalin. Polisi sering diberitakan bertindak, tetapi pedagang tetap saja tidak jera. Keungtungan berlipat yang ada di benak oknum pedagang tersebut, tidak ada tersirat peduli terhadap kesehatan konsumennya. Akhir-akhir ini Kompas (26/11/2010) memberitakan polisi menemukan pedagang/pengusaha usus ayam yang mengandung formalin. Ditempat tersebut ditemukan 650 kg usus mengandung formalin yang siap dipasarkan, beserta 350 kg usus yang sedang dicampur formalin dan 100 kg usus sedang dalam proses pencampuran dengan formalin. Satu hari mereka bisa menjual sebanyak 500 kg usus dengan harga Rp 7.500,- per kg. Usus-usus tersebut biasanya dibeli oleh pedagang bubur ayam, pedagang sate usus, dan pengusaha warung makan. Usus yang mengandung formalin bisanya b...