Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motor

Isu Motor Listrik di Program MBG

Gambar
Dalam beberapa hari terakhir, publik ramai membicarakan keberadaan ribuan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) . Video yang memperlihatkan deretan motor di sebuah gudang tersebar luas di media sosial dan memunculkan beragam pertanyaan, terutama terkait jumlah, asal kendaraan, serta kaitannya dengan anggaran negara. Pemerintah melalui BGN dan Kementerian Keuangan kemudian memberikan penjelasan resmi. Tulisan ini merangkum informasi faktual yang telah disampaikan pemerintah serta respons dan pertanyaan yang berkembang di masyarakat , tanpa mengambil kesimpulan normatif. Jumlah dan Tujuan Pengadaan BGN mengklarifikasi bahwa informasi mengenai 70.000 unit motor listrik yang beredar di media sosial tidak benar. Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, total motor listrik yang direncanakan sebanyak 25.000 unit , dengan realisasi hingga awal April 2026 sebesar 21.801 unit . Seluruh motor tersebut saat ini belum didistribusikan...

Pelarangan GoJek cs itu Pemikiran Orang Tua

Dua hari ini banyak di sosmed membicarakan pelarangan Gojek dan sejenisnya oleh Menteri Perhubungan. Saya termasuk yang pernah memanfaatkan layanannya walaupun tidak sering karena saya biker juga. Tetapi saya sangat apresiasi dengan layanan Gojek (yang lain belum mencoba). Dari sisi kecepatan bisa dibilang jempol (untuk pesanan derah Tanjung Priok). Gojek lahir dari ide-ide anak muda, sedangkan peraturan pemerintah lahir dari pemikiran orang-orang ahli yang tentunya sudah berumur. Publik sudah mengakui, Gojek bisa membantu aktivitas mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan lebih cepat. Apakah ada layanan dari Pemerintah yang bisa seperti ini? Anda tahu jawabannya. Seharunya bagi Pemerintah, kehadiran Gojek merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk memberikan layanan yang tebaik bagi warganya. Pemerintah yang awalnya melihat sebelah mata ojek, sekarang harus mengakui kepopulerannya. Jika ternyata Pemerintah tidak bisa duplikat sistemnya, sebaikny...