Kritik Ekonomi atau Rivalitas Kampus?
Perdebatan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali mengemuka, terutama setelah sejumlah kritik diarahkan kepada pernyataan Menteri Keuangan. Namun alih-alih memperkaya diskusi kebijakan, sebagian percakapan publik justru terseret ke arah yang kurang produktif: membingkai kritik sebagai rivalitas antar alumni kampus. Nama-nama institusi seperti ITB, UI, dan UGM muncul dalam narasi, seolah-olah pertarungan gagasan ini merepresentasikan “blok intelektual” dari masing-masing almamater. Padahal, jika dicermati lebih dalam, yang sedang terjadi bukanlah konflik identitas, melainkan perbedaan cara membaca realitas ekonomi. Dalam konteks kebijakan publik, perbedaan interpretasi terhadap angka pertumbuhan ekonomi adalah sesuatu yang wajar. Pemerintah, misalnya, cenderung menekankan stabilitas makro: pertumbuhan yang tetap positif, inflasi yang terkendali, serta ketahanan terhadap tekanan global. Di sisi lain, kalangan akademisi atau pengamat kerap mengajukan pertanyaan lanjutan: apakah pe...