Penipuan Modus Pembeli Rumah

Saya punya pengalaman yang cukup menarik untuk di sharing ke pembaca tentang kejahatan penipuan, yang sebenarnya model lama. Model lama karena si penipu ingin kita transfer sejumlah uang ke rekening orang lain/penipu sendiri. Biasannya modus kejahatan ini didahului dengan SMS/Telepon bahwa kita mendapatkan hadiah, tetapi pengalaman saya ini adalah lewat pembeli rumah.

Awalnya saya berkeinginan untuk menjual rumah yang tidak saya diami sendiri. Saya minta bantuan satpam cluster perumahan (perumahan system cluster) untuk ikut membantu memasarkan karena sudah banyak rumah terjual dengan bantuan satpam ini. Tidak lupa saya buat papan dijual di pagar rumah lengkap dengan telpon saya dan istri. Saya sendiri juga banyak pasang iklan di internet dengan kontak nomor HP saya dan Istri.

Satu hari ada SMS ke HP Istri dari seorang mengaku Liana, dia sudah lihat rumah dan tertarik, dan minta menelpon Bapaknya di nomor 081393995477 atas nama Suryadarma (saat ini nomor ini tidak aktif). Saat itu saya telpon lewat nomor Istri, untuk berkenalan sekaligus memberitahukan harga rumah, dan dia akan telpon kembali. Disini tidak ada yang mencurigakan, Pak Suryadarma logat bicaranya sangat sopan. Setelah itu Pak Suryadarma menelpon istri pada jam kerja, negosiasi harga dan deal dengan harga yang tidak jauh dari harga penawaran saya. Pengalaman saya, calon pembeli beneran umumnya negonya kejam! Setelah deal, Pak Suryadarma menelpon kembali untuk memberikan uang tanda jadi karena anaknya sudah sangat tertarik. Dia mau transfer 10 juta dulu dan meminta nomor rekening istri. Setelah istri SMS nomor rekening, Pak Suryadarma menelpon istri saya dan bilang dia belum sempat transfer karena masih di perjalanan dari Bandung. Saya sempat berpikir, orang ini ramah banget ya, istri saja cuma SMS, dia langsung telpon. Benar saja, dalam hitungan menit, Pak Suryadarma konfirmasi bahwa sudah di transfer ke BCA istri sebesar 10 Juta. Istri biasanya untuk transaksi BCA menggunakan phone banking jadi bisa langsung cek, dan ternyata belum masuk. Istri SMS bahwa belum masuk, saya berpikir kadang phonebanking sering bermasalah, sehingga mau cek di ATM saja. Saya telpon ke Pak Suryadarma bahwa saya mau cek ke ATM terdekat dulu, karena ATM umumnya memberikan informasi yang valid. Dan benar, di ATM saya cek tidak ada penambahan saldo. Tiba-tiba Pak Suryadarma telpon untuk memastikan apa sudah di ATM dan apa sudah di cek. Saya bilang belum masuk, dan pak Suryadarma mau cek ke Halo BCA, dan saya diminta tetap di ATM dulu. Benar saja, dalam hitungan detik, Pak Suryadarma menelpon lagi, dia bilang sedang bicara dengan seorang perempuan petugas Halo BCA. Pak Suryadarma menyakinkan bahwa ini semacam teleconferen 3 orang, pak Suryadarma, Halo BCA dan saya. Canggihnya sebelum petugas Halo BCA bicara, ada lagu latar Halo BCA yang sering didengar di Bank BCA. Sama petugas Halo BCA, saya diminta ke ATM lagi dan telepon jangan ditutup. Ting…saya jadi langsung curiga…apa urusannya saya harus cek ATM lagi. Tapi saya coba cek saldo belum masuk, saya bilang ke petugas Halo BCA, saldo belum masuk. Petugas Halo langsung menyakinkan untuk cek lagi dengan memasukan ATM lagi. Langsung saja saya teriak di telepon, “PAK SURYA masalah Anda dengan BCA bukan urasan saya. Silahkan urus sendiri aja.” Klep….telpon teleconferen dari Pak Suryadarma tiba-tiba mati. Saya telepon balik langsung tidak aktif, sampai sekarang. Beruntung saya tidak ketipu, buntung pak Suryadarma karena harus beli nomor baru lagi, walaupun murah tapi saya menang disini.

Saya punya pengalaman ‘ngerjain’ orang yang iseng seperti ini.  Awalnya nanti Anda diminta memasukan sebuah kode hadiah di menu e-banking. Kode ini sebenarnya nomor HP orang tersebut. Setelah itu Anda diminta cek Saldo apakah hadiah uang sudah masuk, dan penipu akan tanya saldo Anda. Misalnya 4 juta, maka nanti akan diarahkan untuk transfer dan menu-menu di ATM di deskripsikan yang berbeda seolah-olah menu untuk konformasi hadiah, memasukan kode hadiah, pokoknya berbau hadiah. Dan umumnya mereka mengarahkan kita dengan nada bicara yang buru-buru sehingga sepertinya perhatian kita dialihkan.

Semoga sharing artikel ini bisa Anda pahami dan tidak tergoda dan tertipu oleh penipu-penipu yang makin hari menciptakan  sebuah metode tipuan baru. Waspadalah teman!

Catatan: saya tidak bermaksud menjatuhkan institusi atau personal yang namanya sama dengan diatas, semua adalah fakta dan artikel ini hanya untuk sharing kepada teman-teman terhadap kejahatan sejenis ini.  

Komentar

  1. nomornya masih aktif tuh..wah kasusnya baru yah..sama donk, aku juga baru nih dapat sms dari bu liana dan tlp dari pak suryadarma yang begitu syoppaan...
    tapi anehnya memang yah..kok bisa ya, ngakunya bu liana udah ngeliat yah dan tertarik, padahal di iklan saya tidak mencantumkan alamat rumah saya. huehuheuheuueee... terus, suaranya memang nadanya sama mirip dengan yg suka ngaku2 dari telkomsel berhadiah itu.
    eh, baruuu saja tadi nih, dia tlp lagi tgl 26 november 2010. hati-hati yah teman-teman...@suryadarma bertobatlah pak..sebelum kiamat kecil datang

    BalasHapus
  2. Sebarin aja berita ini ke teman-teman supaya pada waspada dengan aksi seperti ini. Berani juga nomornya masih aktif.

    BalasHapus
  3. tanggal 13 des 2010 >> sama saya juga dengan modus yang sama untung ga ketipu deh... dasar bangsat si liana ama surya darma yang ngakunya di pontianak, tapi punya no rek bca di ciamis an Hefri Suryana no rek bcanya 1380261924 <<< penipu pembeli rumah. hpny masih aktif yang 081393995477 (suryadarma)dan 085720797728 (liana)

    BalasHapus
  4. untung saya search google dlu, eh nyatanya no 085720797728 sma 081393995477 penipu ya.
    Makasih teman2.
    Tadi siang ( 25-12-2010 ) sya bru dpat sms dri Lian yg no m3 d atas, suruh kontek ibu nya yg nama nya santy (yg no simpati di atas).
    Katanya udah survey lokasi tanah yg mau saya jual.
    Tpi d sms 2 no di atas gak ada balasan.
    Makasih sekali lgi pencerahan nya tmen2.

    BalasHapus
  5. Saya yakin no simpati tsb sdh didaftarin ke m-bca dng rek yg @ojhe laporkan di atas. Kayaknya komplotan ini blm dpt mangsa yg ketipu. Hati2 yach

    BalasHapus

Posting Komentar