Wednesday, April 12, 2017

Ngopi Dulu di Point Cafe Indomaret

Indomaret adalah salah satu minimarket yang menyediakan kopi dengan aneka rasa. Biasanya Indomaret menyediakan coffee maker di dalam storenya, tapi tidak semua ya. Biasanya Indomaret yang besar, ada mesin coffee maker ini. Saya termasuk yang sering beli kopi Indomaret yang kantanya Yummy itu. Dan menurut selera saya, lumayan juga rasa kopi yummy ini.

Tapi saat saya berhenti di Indomaret Point di Jalan Supomo, ternyata ada juga tempat ngopi didalamnya, namanya Point Café. Karena ada promo lumayan, aku coba kopi Dolce apa gitu, saya lupa, sambil dibuatkan, saya duduk di meja kursi khusus Point Café yang beda dengan meja kursi dari Indomaret sendiri. Tapi karena didalam kurang nyaman akhirnya saya naik ke lantai 2, dan akhirnya bisa menuliskan blog ini.

So far rasa kopinya lumayan ya, dengan harga 13,000 saja, saya sudah dapatkan kopi panas yang lumayan. Rasanya hampir sama dengan Kopi Dolce di FamilyMart. Saya termasuk yang suka ngopi di Family Mart. Tapi kalau boleh jujur, kopi di Family Mart lebih enak ya, dan harganya juga hanya 10,000.

Yah memang ngopi itu punya sensasi sendiri, dengan coba coba kita bisa bandingkan rasanya. Dan kali ini mendapatkan kopi di Point Café yang lumayan, walaupun masih kalah sama kopi-nya Family Mart. Tapi lagi-lagi, ini opini pribadi ya, silahkan Anda menilai sendiri ya. Selamat Nongkrong.

Sunday, April 2, 2017

Jajanan Pasar Tidak Lekang Dimakan Jaman

Apakah Anda seumuran saya 40an? pernahkah waktu kecil kita jajan makanan tradisonal? pastilah ya. Saya yakin sebagian besar kita pernah merasakan makanan tradisional di masing masing daerah. Dulu di Jawa, saya sangat kenal sekali makanan tradisional yang saya dapatkan dari orang jualan atau saya dapatkan di acara-acara upacara di kampung.
Masih ingat dong Tiwul yang kecoklatan dan biasanya ditemani parutan kelapa muda. Ada juga jadah dari ketan putih, yang disini sering disebut uli. Ada juga Wajik, dari ketan dan dikasih gula merah jadinya mirip jadah tapi manis.

Masih inget juga dong Getuk, yang cara jualnya getuk dibuat seperti bukit, dan kemudian di lubangi dan di lubang itu diisi dengan gula jawa cair. Sehingga sewaktu diambil dengan cara iris-iris tipis (mirip daging kebab sekarnag ini), akan meleh gula merahnya.

Hemm memang kuliner jaman dulu memang sangat menarik dan sekarang kita jarang menemukan. Tetapi pagi ini saya coba jalan ke pasar tradisional di deerah Koja Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Maja. Saya menemukan banyak makanan tradisional yang saya sebutkan diatas. Saya terkejut dan senang tentunya bisa menemukan makan tradisional yang ternyata dekat dengan rumah sendiri.

Monday, December 21, 2015

Gandjelrel, Kue Enak dari Dyriana

Siapa yang tidak kenal produk Dyriana? Produk Wingko Babat yang sering ditemui di Semarang dan sekitarnya.

Saya baru mendapat oleh-oleh dari saudara, yaitu kue Gandjelrel. Buat saya (orang jawa) pasti tersenyum melihat nama kue ini. Gandjelrel artinya ganjalan rel kereta, yang sekarang berbentuk beton, tetapi jaman dulu terbuat dari kayu besi yang warnanya gelap. Nah kue ini penampilannya mirip ganjalan rel dari kayu itu, warna coklat tua, dengan wijen ditabur diatasnya, agak lengket. Untuk rasanya, ternyata enak dan berasa kayu manis seperti kue-kue kas Belanda. Kemasannya cukup mantap dan menggoda untuk membeli dan merasakan ganjalan rel satu ini.

Dari sisi harga, seperti di label, tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp 20.000. Jadi silahkan kalau penasaran dengan kue ini, coba dan cocok buat teman kopi bersama teman dan keluarga.

Friday, December 18, 2015

Pelarangan GoJek cs itu Pemikiran Orang Tua

Dua hari ini banyak di sosmed membicarakan pelarangan Gojek dan sejenisnya oleh Menteri Perhubungan. Saya termasuk yang pernah memanfaatkan layanannya walaupun tidak sering karena saya biker juga. Tetapi saya sangat apresiasi dengan layanan Gojek (yang lain belum mencoba). Dari sisi kecepatan bisa dibilang jempol (untuk pesanan derah Tanjung Priok).

Gojek lahir dari ide-ide anak muda, sedangkan peraturan pemerintah lahir dari pemikiran orang-orang ahli yang tentunya sudah berumur. Publik sudah mengakui, Gojek bisa membantu aktivitas mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan lebih cepat. Apakah ada layanan dari Pemerintah yang bisa seperti ini? Anda tahu jawabannya.

Seharunya bagi Pemerintah, kehadiran Gojek merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk memberikan layanan yang tebaik bagi warganya. Pemerintah yang awalnya melihat sebelah mata ojek, sekarang harus mengakui kepopulerannya. Jika ternyata Pemerintah tidak bisa duplikat sistemnya, sebaiknya melakukan sesuatu yang berbeda tetapi tujuan sama yaitu bisa memberikan layanan terbaik dan cepat.

Semoga Pemerintah tidak melarang hal seperti ini dan bekerja untuk memperbaiki sisstem yang ada yang saat ini masih belum berjalan.

Saturday, December 5, 2015

Mencoba Penang White Coffee


Sudah lama tidak menulis tentang kopi, sepertinya masih menarik membahas dunia kopi. Kebetulan ada teman yang pulang dari Malaysia dan membawa kopi putih atau white coffee sebagai oleh-oleh. Teman bawa dalam kemasan plastik besar, tetapi saya tidak tahu pasti isinya. Hanya saja saya diberikan 2 sachet.

Sesuai kemasan, nama produknya Penang White Coffee, distributornya Coffee Tree. Sebenarnya saya tidak terlalu hobby minum white coffee, tetapi karena gratis dan dari negara lain, makanya jadi penasaran.

Kemasan
Material kemasan tidak ada perbedaan dibanding kopi sachet dari Indonesia. Tetapi menurut penilaian pribadi, tampilan kemasan menarik karena komposisi warna kuning dan hitam, cukup kontras. Setahu saya belum ada kemasan kopi warna kuning di Indonesia (setahu saja ya).

Isi dan Rasa
Dari sisi isi, ternyata isinya lebih banyak dibandingkan kopi sachet di Indonesia. Saya pikir bisa menggunakan mug yang lebih besar atau porsi airnya lebih dari kopi di Indonesia. Ternyata saya salah besar, ternyata rasanya jadi hambar, tidak terasa kopinya. Apa memang seperti ini ya?

Akhirnya saya mencoba kembali sachet kedua, dengan air seperti membuat kopi instant di Indonesia. Dan benar rasanya luar biasa manisnya, rasa kopinya kurang terasa. Sepertinya karena white coffee jadinya kopinya memang kurang nendang. Mungkin saya biasa minum kopi instant bukan white coffee, jadinya kurang pas rasanya buat saya. Terus terang agak 'enek' karena manisnya dan susunya terasa banget.

Mungkin lebih enak kalau diminum dingin ditambah es batu kali ya. Diminum selagi haus. Sayang saya tidak punya sachet lagi.