Monday, December 21, 2015

Gandjelrel, Kue Enak dari Dyriana

Siapa yang tidak kenal produk Dyriana? Produk Wingko Babat yang sering ditemui di Semarang dan sekitarnya.

Saya baru mendapat oleh-oleh dari saudara, yaitu kue Gandjelrel. Buat saya (orang jawa) pasti tersenyum melihat nama kue ini. Gandjelrel artinya ganjalan rel kereta, yang sekarang berbentuk beton, tetapi jaman dulu terbuat dari kayu besi yang warnanya gelap. Nah kue ini penampilannya mirip ganjalan rel dari kayu itu, warna coklat tua, dengan wijen ditabur diatasnya, agak lengket. Untuk rasanya, ternyata enak dan berasa kayu manis seperti kue-kue kas Belanda. Kemasannya cukup mantap dan menggoda untuk membeli dan merasakan ganjalan rel satu ini.

Dari sisi harga, seperti di label, tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp 20.000. Jadi silahkan kalau penasaran dengan kue ini, coba dan cocok buat teman kopi bersama teman dan keluarga.

Friday, December 18, 2015

Pelarangan GoJek cs itu Pemikiran Orang Tua

Dua hari ini banyak di sosmed membicarakan pelarangan Gojek dan sejenisnya oleh Menteri Perhubungan. Saya termasuk yang pernah memanfaatkan layanannya walaupun tidak sering karena saya biker juga. Tetapi saya sangat apresiasi dengan layanan Gojek (yang lain belum mencoba). Dari sisi kecepatan bisa dibilang jempol (untuk pesanan derah Tanjung Priok).

Gojek lahir dari ide-ide anak muda, sedangkan peraturan pemerintah lahir dari pemikiran orang-orang ahli yang tentunya sudah berumur. Publik sudah mengakui, Gojek bisa membantu aktivitas mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan lebih cepat. Apakah ada layanan dari Pemerintah yang bisa seperti ini? Anda tahu jawabannya.

Seharunya bagi Pemerintah, kehadiran Gojek merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk memberikan layanan yang tebaik bagi warganya. Pemerintah yang awalnya melihat sebelah mata ojek, sekarang harus mengakui kepopulerannya. Jika ternyata Pemerintah tidak bisa duplikat sistemnya, sebaiknya melakukan sesuatu yang berbeda tetapi tujuan sama yaitu bisa memberikan layanan terbaik dan cepat.

Semoga Pemerintah tidak melarang hal seperti ini dan bekerja untuk memperbaiki sisstem yang ada yang saat ini masih belum berjalan.

Saturday, December 5, 2015

Mencoba Penang White Coffee


Sudah lama tidak menulis tentang kopi, sepertinya masih menarik membahas dunia kopi. Kebetulan ada teman yang pulang dari Malaysia dan membawa kopi putih atau white coffee sebagai oleh-oleh. Teman bawa dalam kemasan plastik besar, tetapi saya tidak tahu pasti isinya. Hanya saja saya diberikan 2 sachet.

Sesuai kemasan, nama produknya Penang White Coffee, distributornya Coffee Tree. Sebenarnya saya tidak terlalu hobby minum white coffee, tetapi karena gratis dan dari negara lain, makanya jadi penasaran.

Kemasan
Material kemasan tidak ada perbedaan dibanding kopi sachet dari Indonesia. Tetapi menurut penilaian pribadi, tampilan kemasan menarik karena komposisi warna kuning dan hitam, cukup kontras. Setahu saya belum ada kemasan kopi warna kuning di Indonesia (setahu saja ya).

Isi dan Rasa
Dari sisi isi, ternyata isinya lebih banyak dibandingkan kopi sachet di Indonesia. Saya pikir bisa menggunakan mug yang lebih besar atau porsi airnya lebih dari kopi di Indonesia. Ternyata saya salah besar, ternyata rasanya jadi hambar, tidak terasa kopinya. Apa memang seperti ini ya?

Akhirnya saya mencoba kembali sachet kedua, dengan air seperti membuat kopi instant di Indonesia. Dan benar rasanya luar biasa manisnya, rasa kopinya kurang terasa. Sepertinya karena white coffee jadinya kopinya memang kurang nendang. Mungkin saya biasa minum kopi instant bukan white coffee, jadinya kurang pas rasanya buat saya. Terus terang agak 'enek' karena manisnya dan susunya terasa banget.

Mungkin lebih enak kalau diminum dingin ditambah es batu kali ya. Diminum selagi haus. Sayang saya tidak punya sachet lagi.




Saturday, February 28, 2015

Siluman di DKI Jakarta, Mulai Menampakan Diri

Dari judul ini sepertinya cerita ini akan mengarah ke horror. Walaupun sedikit meleset, tetapi tidak apa-apa kalau Anda masih berpikiran ini cerita Horror.
Alkisah di Jakarta itu tempatnya uang beredar, baik yang uang bersih maupun uang kotor. Kita bahas dulu uang bersih yah. Uang bersih itu uang yang beredar secara legal bukan dari hal-hal yang haram. Ceritanya uang-uang pajak yang dibayar penduduk Jakarta ini tentunya juga uang bersih bagi Pemerintah Daerah Ibukota Jakarta, yang nantinya akan digunakan kembali untuk kemakmuran penduduk Jakarta.
Siapa sih yang tidak tergiur dengan uang yang jumlahnya tidak sedikit ini? Tidak hanya manusia biasa, SILUMAN pun juga tertarik dengan uang bersih ini. Nah disinilah cerita SILUMAN-SILUMAN ini bermunculan. Bukan hanya 1, mungkin berpuluh-puluh jumlahnya. SILUMAN ini tentunya niatnya jelas, sama halnya TUYUL yang ingin mengambil uang secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik uang. Praktek SILUMAN ini sudah berlangsung lama sekali sampai beberapa keturunan pemilik uang berganti-ganti.
Ceritanya, pemilik uang yang terbaru ini ternyata lebih cerdik dibanding pendahulunya. Dari awal dia tahu ada pencuri disekitar dia. Mulailan dibuat system anti maling, bukan anti siluman, karena kalau maling kan kelihatan batang hidungnya. Nah SILUMAN ini tidak menyadari atau memang telat mikir atau memang sudah terlena dengan kesuksesan menilep uang tanpa ada yang tahu pada tahun sebelumnya. SILUMAN ini mulai masuk ke system baru ini supaya bisa ambil uang ini seperti tahun lalu. SILUMAN sich kasad mata, tetapi uang kan tidak. Nah system baru ini kasih alarm kepada pemilik uang ketika ada sejumlah uang yang aneh. Akhirnya yang punya uang mengadu ke orang-orang yang ahli menangkap pencuri uang.
Lucunya, si SILUMAN walaupun kasad mata, tersinggung dengan sikap pemilik uang ini. Padahal kalau santai saja mungkin tidak heboh di dunia manusia. Karena sikap SILUMAN yang berlebihan inilah, manusia jadi sering melihat perwujudan mereka, baik di malam hari maupun siang bolong. Jika Anda warga DKI Jakarta, jangan lantas ketakutan, SILUMAN di Jakarta ini secara fisik tidak menyeramkan. Anda boleh menatap lama sambil senyum kecut, sambil marah-marah juga boleh, atau malah senyum genit kepada mereka. SILUMAN ini tentunya kaya harta dong, siapa yang tidak mau dapat cipratan uangnya. Gara-gara sikap yang lebay ini, sepertinya SILUMAN jadi tidak bisa tidur nyenyak. Dan petugas penangkap pencuri uang sudah mulai bekerja, dan pemilik uang bisa melanjutkan pekerjaan dengan system management uang yang aman.
Jadi begitulan cerita SILUMAN DKI Jakarta ini, maaf saya harus akhiri tulisan ini, karena UPS untuk Komputer ini sudah mau habis, padahal harganya 5.8 milyar lho tapi hanya bertahan untuk kerja 15 menit saja. Maaf ya.

Saturday, January 3, 2015

Apem Laweyan, Mak Yus Mas!

Laweyan adalah nama kampung di kota Solo yang lebih dikenal sebagai Kampung Laweyan. Kampung Laweyan terkenal sebagai tempat wisata belanja batik. Tetapi ternyata Kampung Laweyan tidak hanya surganya batik tetapi disini ada kuliner yang menarik yaitu makanan tradisional jawa, Apem.

Apem adalah makanan tradisional yang sering digunakan dalam acara adat. Dulu saya ingat waktu kecil, jika ada hajatan pastilah kue yang disajikan Apem. Termasuk upacara adat di jawa khususnya di Solo, Jogja dan sekitarnya, pastilah apem sebagai symbol makanan untuk dibagikan kepada rakyatnya.
Apem termasuk sebagai kue basah terbuat dari tepung beras dengan rasa manis gurih, karena ada bahan gula pasir dan santan.  Bahan dasar Apem adalah tepung terigu, gula pasir, garam, sedikit tape singkong, dan ragi pengembang. Adonan dicampur dan dikocok dengan mixer kemudian didiamkan semalam. Setelah itu digoreng dengan wajan berbentuk cetakan bulat-bulat, dengan nyala api yang diatur tidak terlalu besar supaya apem tidak cepat gosong, tetapi api juga tidak boleh terlalu kecil supaya apem bisa mengembang.

Nah di Kampung Laweyan ini, Apem ternyata menjadi buah tangan khas selain batik. Sebagai buah tangan, pastilah Apem dibuat dengan variasi rasa selain rasa aslinya, ada tambahan keju, coklat atau kacang mete. Harga apem berkisar dari Rp 2000 sampai Rp 4500, tergantung rasanya. Apem ini ternyata bisa tahan 2-3 hari, jadi sangat cocok untuk dibawa pulang buat keluarga tercinta

Selamat berbelanja Apem.