Monday, October 23, 2017

Cara Unik Menghilangkan Stress di Kantor

I hate Monday, itu yang sering aku denger dari orang-orang. Kalau aku nggak terlalu hate hate banget sih, ya karena di kantor itu hidup serasa hidup. Yach pasti banyak yang tidak sependapat ya, ya wajar ya, karena anti mainstream gini. Tapi saya yakin, banyak orang yang lebih suka di Kantor dibanding pulang ke rumah atau kos-kosan (kalau masih single). Tergantung suasana kantor ya, hemm kalau ngomongin suasana kantor, nanti tunggu postingan selanjutnya ya.

Walaupun saya suka hari Senin, tetap saja tingkat stress tetap ada, apalagi dari Jumat sebelumnya sudah banyak ToDo list yang harus diselesaikan. Dan hari Selasa itu hari 'pengadilan' pekerjaan yang sudah dikerjakan seminggu sebelumnya atau plaining ke depan. Tidak ada yang salah ya, wong kita masing makan dari gaji kantor, ya musti dijalankan.

Hari ini aku termasuk streess, tidak hanya urusan kantor, urusan pribadi pun bikin pening kepala. Nah aku ada tip nih untuk menghilangkan stress buat orang sibuk seperti saya, sampai makan siangpun di meja karena dibekali istri tercinta. Nah bagi teman2 yang mirip dengan aku, untuk hilangkan stress, maka cepat-cepat makan bekal istri, dan kemudian ke pantri, dan cuci tuh tempat bekal tadi, dijamin stress hilang....hahahaha. Pasti ada yang kecewa baca artikel ini, nggak penting ya...! Silahkan anda coba dech.

Sunday, October 22, 2017

Mencoba Pokka RTD Natsbee Honey Lemon

Siang ini terik banget matahari,  apalagi di Koja Jakarta  Utara yang terkenal daerah "terpanas" di Jakarta. Tugas jemput anak harus dijalani dengan resiko kulit keling dan terbakar. Untung Jaket parka ku bisa melindungi panas terik ini. Alhamdulillah waktu masih longgar, jadinya bisa mampir ke Indomaret, sekalian beli sabun dan obat buat orang tuaku.
Di rak promosi di Indomaret dipajang minuman yang belum pernah aku liat yaitu Pokka Natsbee Lemon. Nah pastinya harganya pasti ada diskon karena ditaruh di rak promosi. Memang benar, dari harga Rp 5,900 menjadi Rp 4,900. Cobain ah sekalian melepas dahaga karena siang itu panas parah.

Kalau lihat kemasan sih lumayan bagus ya, cuma tulisan Natsbee kok terlalu kaku ya. Padahal ini tentang lebah, dan peminum RTD ini segmennya lebih ke anak muda. Kalau gambar madu dan lemon, sudah bagus ya dan warna kuningnya cukup menarik untuk diperhatikan produk RTD ini.

Ok, saya mulai minum nih, tentunya aku serius bener bener haus. Hemm dengan kondisi dingin, minuman ini segerrr sekali saat diminum. Manisnya pas, dan Pokka kan terkenal dulu dengan RTD yang tidak manis. Tapi jujur kali ini Pokka berikan manis pas di produk Honey  Lemon ini. Rasa lemonnya terasa di lidah. Saya jadi inget air madu dari Dinas Kehutanan yang sering aku minum di rumah Omku yang kerja di Departement Kehutanan. Rasanya mirip, hanya saja air madu dari Dinas Kehutanan bentuknya Cup. Tapi jelas ya, kemasan Pokka ini sangat bagus, hanya tulisan font kurang menarik menurut saya ya. So, cobain sendiri ya....jangan lama nundanya, nanti harga dinaikan lagi loh.

Sunday, September 24, 2017

Auditor BPK Basah Kuyup

Sudah dengar KPK menjiduk lagi, ini lagi loh,  petugas Auditor BPK karena terima hadiah dari GM PT Jasa Marga. Kalau pemberiannya kopi secangkir it's ok lah, tapi ini Harley Davidson Sportster 883. Wow... Ituloh sejenis moge moge yang kalau lewat jalan raya suka konvoi dengan suara mengelegar.

Nah kita balik lagi ke Auditor BPK, sepertinya prefesi ini ternyata basah loh... Istilah yang sering kita denger kalau kerja ditempat banyak duitnya... Saya bingung istilah basah ini konotasinya negatif atau positif,  karena Bank pun banyak duit tetapi jarang terdengar tempat basah. Jujur saja, kalau saya lebih ke konotasi negatif, seolah olah jika kerja ditempat basah berarti bisa banyak uang yang bisa kita dapat tanpa kerja keras. Silahkan komen jika ada pandangan lain tentang tempat basah ini.

Nah kalau ikutin definisi saya,  maka Auditor BPK memang profesi basah, dimana dia yang menentukan pengendalian keuangan di Kementrian dan lembaga negara agar bebas dari penyimpangan penggunaan anggaran. Disinilah tempat basahnya, Auditor juga manusia yang tidak lepas dari kilaf. Karena bisa jadi ada kemungkinan jual beli opini hingga temuan, terus kalau begini siapa yang bisa lihat?  Yang jelas Tuhan yang paling tahu, ketika basah sudah jadi Kuyup, malu dan penjara jadi jawabannya.

Wednesday, April 12, 2017

Ngopi Dulu di Point Cafe Indomaret

Indomaret adalah salah satu minimarket yang menyediakan kopi dengan aneka rasa. Biasanya Indomaret menyediakan coffee maker di dalam storenya, tapi tidak semua ya. Biasanya Indomaret yang besar, ada mesin coffee maker ini. Saya termasuk yang sering beli kopi Indomaret yang kantanya Yummy itu. Dan menurut selera saya, lumayan juga rasa kopi yummy ini.

Tapi saat saya berhenti di Indomaret Point di Jalan Supomo, ternyata ada juga tempat ngopi didalamnya, namanya Point Café. Karena ada promo lumayan, aku coba kopi Dolce apa gitu, saya lupa, sambil dibuatkan, saya duduk di meja kursi khusus Point Café yang beda dengan meja kursi dari Indomaret sendiri. Tapi karena didalam kurang nyaman akhirnya saya naik ke lantai 2, dan akhirnya bisa menuliskan blog ini.

So far rasa kopinya lumayan ya, dengan harga 13,000 saja, saya sudah dapatkan kopi panas yang lumayan. Rasanya hampir sama dengan Kopi Dolce di FamilyMart. Saya termasuk yang suka ngopi di Family Mart. Tapi kalau boleh jujur, kopi di Family Mart lebih enak ya, dan harganya juga hanya 10,000.

Yah memang ngopi itu punya sensasi sendiri, dengan coba coba kita bisa bandingkan rasanya. Dan kali ini mendapatkan kopi di Point Café yang lumayan, walaupun masih kalah sama kopi-nya Family Mart. Tapi lagi-lagi, ini opini pribadi ya, silahkan Anda menilai sendiri ya. Selamat Nongkrong.

Sunday, April 2, 2017

Jajanan Pasar Tidak Lekang Dimakan Jaman

Apakah Anda seumuran saya 40an? pernahkah waktu kecil kita jajan makanan tradisonal? pastilah ya. Saya yakin sebagian besar kita pernah merasakan makanan tradisional di masing masing daerah. Dulu di Jawa, saya sangat kenal sekali makanan tradisional yang saya dapatkan dari orang jualan atau saya dapatkan di acara-acara upacara di kampung.
Masih ingat dong Tiwul yang kecoklatan dan biasanya ditemani parutan kelapa muda. Ada juga jadah dari ketan putih, yang disini sering disebut uli. Ada juga Wajik, dari ketan dan dikasih gula merah jadinya mirip jadah tapi manis.

Masih inget juga dong Getuk, yang cara jualnya getuk dibuat seperti bukit, dan kemudian di lubangi dan di lubang itu diisi dengan gula jawa cair. Sehingga sewaktu diambil dengan cara iris-iris tipis (mirip daging kebab sekarnag ini), akan meleh gula merahnya.

Hemm memang kuliner jaman dulu memang sangat menarik dan sekarang kita jarang menemukan. Tetapi pagi ini saya coba jalan ke pasar tradisional di deerah Koja Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Maja. Saya menemukan banyak makanan tradisional yang saya sebutkan diatas. Saya terkejut dan senang tentunya bisa menemukan makan tradisional yang ternyata dekat dengan rumah sendiri.